"Selaput ketuban saya pecah, lalu keluar cairan yang warnanya tidak bening, tetapi cokelat kehijau-hijauan. Apa artinya?"
Cairan ketuban Anda mungkin tercemar oleh mekonium, yaitu bahan maroh mekonium berwarna cokelat kehijau-hijauan yang sebenarnya merupakan tinja pertama bayi Anda. Biasanya, mekonium keluar setelah bayi pertama kali buang air besar setelah dilahirkan. Namun, terkadang, mekonium keluar ke dalam cairan ketuban sebelum bayi lahir, misalnya ketika janin mengalami stres' di dalam rahim, terutama setelah lebih bulan.
Pencemaran oleh mekonium sendiri bukanlah pertanda yang pasti bahwa janin berada dalam bahaya, tetapi karena pencemaran itu membuka kemungkinan tersebut, segera hubungi dokter atau bidan Anda. Ia mungkin menginginkan persalinan segera dimulai (jika belum muncul kontraksi yang kuat dan teratur) dan akan memantau bayi Anda dengan saksama selama proses persalinan.
Cairan Ketuban Terlalu Sedikit
"Dokter mengatakan bahwa cairan ketuban saya terlalu sedikit sehingga harus ditambah. Apakah ada sesuatu yang perlu saya khawatirkan?"
Biasanya, persediaan cairan ketuban tidak pernah kurang. Untungnya, walaupun cairan ketuban berkurang selama proses persalinan, ilmu kedokteran modern telah memungkinkan dilakukannya penambahan cairan tersebut dengan larutan garam yang dipompakan secara langsung ke dalam kantung ketuban melalui kateter yang dimasukkan melalui leher rahim hingga mencapai rahim. Tindakan yang disebut amnioinfusion? ini dapat mengurangi kemungkinan operasi sesar akibat janin berada dalam keadaan bahaya.
Sumber :
Murkoff, Heidi 1984, 1988, 1991, 1996, 2002, 2008, 2016.What to Expect When You‚€žÂ¢re Expecting. New York : Workman Publishing Co., Inc.
Murkoff, Heidi. Kitab hamil lengkap : Sebelum, selama, dan setelah melahirkan; penerjemah, Rani S. Ekawati dan Edrijani; penyunting, Ahmad Husni-Cet. I-Bandung; Qanita,2013.
Sumber foto : https://mommiesdaily.com/2016/08/16/serba-serbi-pecah-ketuban





