Hubungi Kami 021-22715222

Pentingnya Delayed Cord Clamping dalam Persalinan Normal di Tembuni Birth Center

pentingnya-delayed-cord-clamping-dalam-persalinan-normal-di-tembuni-birth-center

Tembuni Birth Center merupakan pusat kelahiran yang fokus pada pemberian perawatan holistik bagi ibu dan bayi, dengan memadukan metode tradisional dan medis modern. Salah satu pendekatan penting yang diadopsi di Tembuni Birth Center dalam persalinan normal adalah Delayed Cord Clamping (DCC) atau penundaan pemotongan tali pusat. Praktik ini memberikan waktu bagi bayi untuk menerima aliran darah dari plasenta sebelum tali pusat dipotong, yang terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan bagi bayi. Tentunya Jika ibu dan Bayi dalam kondisi baik, maka akan dilakukan Delayed Cord Clamping .

1. Apa Itu Delayed Cord Clamping?
Delayed Cord Clamping adalah prosedur di mana pemotongan tali pusat ditunda setelah bayi lahir, biasanya antara 1 hingga 5 menit atau hingga tali pusat berhenti berdenyut secara alami. Tujuan utama dari DCC adalah untuk memastikan bahwa darah dari plasenta dapat terus mengalir ke bayi, sehingga bayi menerima lebih banyak volume darah yang kaya akan zat besi dan nutrisi penting lainnya.
Menurut penelitian dari World Health Organization (WHO), DCC dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan cadangan zat besi pada bayi, mengurangi risiko anemia defisiensi besi yang umum terjadi pada bayi baru lahir . Manfaat lain termasuk peningkatan sirkulasi darah yang membantu menjaga stabilitas fisiologis bayi, terutama pada bayi prematur atau yang lahir dengan berat badan rendah.

2. Mengapa Tembuni Birth Center Melakukan Delayed Cord Clamping?
Sebagai bagian dari filosofi perawatan holistik dan alamiah, Tembuni Birth Center berkomitmen untuk memberikan pengalaman kelahiran yang mendukung kesehatan optimal bagi ibu dan bayi. Dalam upaya tersebut, DCC menjadi prosedur standar dalam persalinan normal di tempat ini.
DCC juga sejalan dengan praktik tradisional dalam beberapa kebudayaan, termasuk konsep persalinan "ditembuni", di mana tali pusat tidak segera dipotong setelah bayi lahir. Dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional ini dengan pendekatan medis berbasis bukti, Tembuni Birth Center menyediakan perawatan yang aman dan penuh perhatian.

Manfaat DCC yang dilakukan di Tembuni Birth Center meliputi:
•    Peningkatan kadar zat besi pada bayi: Zat besi sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem kekebalan bayi. DCC memungkinkan bayi menerima lebih banyak zat besi dari darah plasenta.
•    Pengurangan risiko anemia: Dengan menunda pemotongan tali pusat, bayi memiliki simpanan zat besi yang lebih besar, yang dapat membantu mencegah anemia pada masa awal kehidupannya.
•    Dukungan untuk bayi prematur atau bayi dengan berat badan rendah: DCC sangat bermanfaat bagi bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah karena dapat meningkatkan stabilitas fisiologis mereka dan mengurangi kebutuhan transfusi darah.

3. Bagaimana Prosedur DCC Dilakukan di Tembuni Birth Center?
Proses DCC di Tembuni Birth Center dilakukan dengan prosedur yang sederhana namun penuh perhatian. Setelah bayi lahir, tim bidan profesional akan menunggu hingga tali pusat berhenti berdenyut sebelum memotongnya. Hal ini biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 menit, namun dalam beberapa kasus, penundaan bisa lebih lama sesuai kondisi bayi dan preferensi keluarga.

Beberapa langkah yang diterapkan dalam prosedur DCC di Tembuni Birth Center adalah:
•    Pemantauan bayi dan ibu secara cermat: Selama penundaan pemotongan tali pusat, tim medis di Tembuni Birth Center akan memastikan bahwa bayi dan ibu dalam kondisi stabil dan aman.
•    Pendekatan holistik: Selain aspek medis, Tembuni Birth Center juga mendukung pendekatan emosional dan spiritual dalam kelahiran. DCC juga memberikan waktu yang lebih lama bagi ibu dan bayi untuk saling berinteraksi secara langsung setelah kelahiran, memperkuat ikatan emosional.
•    Kebersihan yang ketat: Kebersihan dan keamanan adalah prioritas utama di Tembuni Birth Center. Tali pusat akan dipotong dengan alat steril dan sesuai prosedur medis standar, mengurangi risiko infeksi.

4. Menggabungkan Tradisi dan Medis Modern
Pendekatan di Tembuni Birth Center menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modern, termasuk konsep "lahir ditembuni", di mana tali pusat tetap terhubung dengan plasenta hingga proses kelahiran plasenta selesai secara alami. Meskipun DCC tidak menunggu sampai plasenta lahir sepenuhnya, konsep penundaan tetap tercermin dalam pendekatan ini.
Dengan menggabungkan prinsip-prinsip tradisional ini bersama bukti medis yang kuat, Tembuni Birth Center memberikan pelayanan yang seimbang antara keamanan medis modern dan perawatan yang penuh hormat terhadap proses kelahiran alami.

5. Rekomendasi dari Organisasi Kesehatan
Banyak organisasi kesehatan internasional mendukung DCC sebagai prosedur standar, termasuk American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG). Penelitian menunjukkan bahwa DCC aman dilakukan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi bayi baru lahir.
WHO juga merekomendasikan DCC, khususnya di daerah dengan tingkat anemia tinggi, untuk memastikan bayi memiliki cadangan zat besi yang cukup selama bulan-bulan pertama kehidupan .

Kesimpulan
Delayed Cord Clamping telah terbukti secara ilmiah memberikan banyak manfaat bagi bayi baru lahir, terutama dalam hal meningkatkan kadar zat besi dan mencegah anemia. Di Tembuni Birth Center, prosedur DCC menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam persalinan normal. Dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional dan bukti medis modern, Tembuni Birth Center menyediakan lingkungan kelahiran yang aman, nyaman, dan penuh perhatian bagi ibu dan bayi.

Referensi:
1.    World Health Organization (WHO). (2014). Delayed umbilical cord clamping for improved maternal and infant health and nutrition outcomes.
2.    American College of Obstetricians and Gynecologists. (2017). Delayed umbilical cord clamping after birth. Committee Opinion, No. 684.
3.    Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG). (2015). Clamping of the umbilical cord and placental transfusion. Scientific Impact Paper, No. 14

Sumber Foto: https://www.americansurrogacy.com/blog/benefits-for-baby-delayed-cord-clamping-and-skin-to-skin-contact/

Artikel Terkait

udah-hpl-tapi-belum-ada-tanda-cobain-gerakan-ini

Udah HPL Tapi Belum Ada Tanda? Cobain Gerakan Ini!

kanker-payudara-salah-satu-penyebab-kematian-terbanyak-pada-wanita

Kanker Payudara Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak pada Wanita?

perlengkapan-melahirkan-yang-harus-dibawa-checklist-isi-tas-persalinan-lengkap

Perlengkapan Melahirkan yang Harus Dibawa: Checklist Isi Tas Persalinan Lengkap

pantangan-makanan-untuk-bumil-saat-idul-fitri

Pantangan Makanan untuk Bumil Saat Idul Fitri

Artikel Terbaru

Masa Nifas Berapa Lama? Warna Darah Normal dan Tanda Bahaya

Berenang Saat Hamil: Manfaat, Batas Aman, dan Tipsnya

Diabetes Gestasional: Gejala, Tes, dan Peluang Lahir Normal

Biaya USG 4D di Jakarta Selatan dan Kapan Waktu Terbaiknya