Rooming-in, atau praktik menempatkan bayi baru lahir di kamar yang sama dengan ibunya selama masa rawat inap di rumah sakit, semakin banyak diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan. Tidak hanya memberikan manfaat praktis, seperti kemudahan menyusui, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada penguatan ikatan emosional (bonding) antara ibu dan anak.
Apa Itu Rooming-In?
Rooming-in memungkinkan ibu dan bayi untuk tetap bersama sepanjang waktu setelah kelahiran. Bayi ditempatkan di tempat tidur bayi yang diletakkan dekat dengan tempat tidur ibunya, sehingga memudahkan kontak langsung antara keduanya. Praktik ini berbeda dengan sistem perawatan bayi di ruang perawatan bayi terpisah (nursery), di mana bayi hanya dibawa ke kamar ibu pada waktu tertentu saja.
Manfaat Rooming-In untuk Bonding Ibu dan Anak
1. Meningkatkan Kontak Kulit ke Kulit
Rooming-in mempermudah ibu untuk melakukan kontak kulit ke kulit dengan bayi. Kontak ini, terutama segera setelah lahir, membantu bayi merasa aman, hangat, dan nyaman. Penelitian menunjukkan bahwa kontak kulit ke kulit dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin pada ibu, yang berperan penting dalam memperkuat ikatan emosional dengan bayi.
2. Mempercepat Pengenalan Sinyal Bayi
Dengan rooming-in, ibu memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengenali sinyal-sinyal bayi, seperti isyarat lapar, rasa tidak nyaman, atau kebutuhan akan perhatian. Pemahaman ini mempercepat adaptasi ibu terhadap peran barunya.
3. Mendukung Keberhasilan Menyusui
Rooming-in memungkinkan ibu untuk menyusui bayi secara on-demand, kapan pun bayi memberikan tanda lapar. Menyusui secara langsung tidak hanya memberikan nutrisi terbaik untuk bayi tetapi juga memperkuat ikatan batin melalui interaksi fisik dan emosional yang terjadi selama proses tersebut.
4. Meningkatkan Kepercayaan Diri Ibu
Menghabiskan lebih banyak waktu bersama bayi membantu ibu merasa lebih percaya diri dalam merawat anaknya. Praktik ini juga memberikan ibu peluang untuk mempelajari kebutuhan bayi secara langsung dengan dukungan staf medis di rumah sakit.
5. Mengurangi Stres pada Bayi
Bayi yang berada dekat dengan ibunya cenderung lebih tenang dan jarang menangis. Kehadiran ibu memberikan rasa aman yang membantu bayi menyesuaikan diri dengan dunia luar setelah lahir.
Tantangan dalam Pelaksanaan Rooming-In
Meskipun manfaatnya sangat besar, ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan rooming-in, seperti:
- Kelelahan Ibu: Setelah melahirkan, ibu mungkin merasa lelah dan membutuhkan waktu istirahat.
- Kondisi Medis: Beberapa ibu atau bayi dengan kondisi medis tertentu mungkin tidak dapat menjalani rooming-in sepenuhnya.
- Keterbatasan Fasilitas: Tidak semua rumah sakit menyediakan fasilitas rooming-in yang memadai.
Kesimpulan
Rooming-in adalah praktik yang memberikan banyak manfaat untuk memperkuat bonding antara ibu dan anak. Dengan meningkatkan kontak fisik, mendukung keberhasilan menyusui, dan membantu ibu memahami kebutuhan bayi, rooming-in dapat menjadi langkah awal yang positif untuk membangun hubungan yang erat dan sehat antara ibu dan anak. Meski demikian, keberhasilan pelaksanaan rooming-in memerlukan dukungan dari keluarga, staf medis, dan fasilitas kesehatan yang memadai.





