Persalinan normal, gentle birth, dan pro normal bukan hanya tentang bagaimana bayi dilahirkan, tetapi juga bagaimana perjalanan setelahnya, termasuk proses menyusui. Setelah melahirkan, banyak ibu mengalami tantangan baru, salah satunya nyeri saat menyusui. Rasa sakit ini bisa membuat ibu tidak nyaman, bahkan ragu melanjutkan proses menyusui. Padahal, menyusui adalah momen penting yang memperkuat ikatan ibu dan bayi sekaligus memberi nutrisi terbaik bagi si kecil.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 70% ibu baru mengalami masalah menyusui di minggu pertama, dan salah satu keluhannya adalah nyeri pada puting atau payudara. Namun, kondisi ini bisa diatasi dengan langkah yang tepat, bukan dengan menghentikan pemberian ASI. (Sumber: idai.or.id)
Kenapa Bisa Nyeri Saat Menyusui?
Ada beberapa penyebab umum yang sering dialami oleh para busui:
1. Pelekatan yang tidak tepat (latch on error) – Bayi tidak menempel sempurna pada payudara, sehingga menyebabkan puting tertekan dan lecet.
2. Puting datar atau masuk ke dalam – Membuat proses hisapan lebih sulit dan bisa menyebabkan iritasi.
3. Payudara bengkak (engorgement) – Biasanya karena ASI terlalu penuh atau bayi jarang menyusu.
4. Infeksi payudara (mastitis) – Ditandai dengan payudara merah, nyeri, dan kadang disertai demam.
5. Jamur (kandidiasis) – Nyeri terasa tajam dan berulang setelah menyusui, disertai rasa terbakar di puting.
Penelitian oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2022) menemukan bahwa pelekatan yang benar dan edukasi laktasi dini mampu menurunkan keluhan nyeri menyusui hingga 80% pada ibu pascapersalinan. (Sumber: UI Repository)
Solusi Ampuh Mengatasi Nyeri Saat Menyusui
1. Perbaiki posisi dan perlekatan bayi.
Pastikan mulut bayi menempel luas, dagu menyentuh payudara, dan bibir bawah terbuka lebar.
> Riset oleh Universitas Airlangga (2021) menunjukkan bahwa posisi menyusui yang benar dapat mengurangi risiko nyeri payudara dan memperlancar pengosongan ASI. (Repository UNAIR)
2. Kompres hangat atau dingin sebelum dan sesudah menyusui.
Kompres hangat membantu melancarkan aliran ASI, sementara kompres dingin setelah menyusui bisa mengurangi nyeri dan bengkak.
3. Gunakan krim pelembap alami atau ASI sendiri.
Oleskan ASI pada puting setelah menyusui untuk mempercepat penyembuhan luka kecil secara alami.
4. Hindari mencuci payudara dengan sabun keras.
Sabun bisa menghilangkan kelembapan alami kulit dan memperparah iritasi.
5. Menyusui sesering mungkin.
Semakin sering bayi menyusu, semakin lancar produksi ASI dan semakin kecil risiko pembengkakan.
6. Konsultasi dengan dokter laktasi.
Jika nyeri berlanjut lebih dari dua hari, jangan menunda konsultasi. Dokter laktasi akan membantu mengevaluasi posisi menyusui, kondisi puting, dan kemungkinan infeksi.
Menurut Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (2023), bimbingan langsung dari konselor laktasi meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif hingga 85%. (e-Journal UNDIP)
Saatnya Ibu Menyusui Tanpa Rasa Takut
Setiap ibu berhak menikmati masa menyusui dengan tenang dan nyaman. Rasa nyeri bukan tanda gagal, tapi sinyal tubuh bahwa ada yang perlu diperbaiki. Edukasi dan pendampingan dari tenaga profesional sangat penting untuk memastikan keberhasilan menyusui dan menjaga kesehatan ibu serta bayi.
Di Tembuni Birth Center, yang dikenal pro normal dan gentle birth dengan angka keberhasilan persalinan normal mencapai 94%, setiap ibu tidak hanya didukung selama proses melahirkan, tetapi juga saat menyusui.
Di Tembuni, ada dokter laktasi yang siap mendampingi ibu sejak masa kehamilan hingga menyusui. Setelah bersalin, ibu juga bisa bergabung di grup “Temani” (Teman Menyusui Tembuni), sebuah komunitas WhatsApp eksklusif untuk para ibu menyusui yang bersalin di Tembuni. Di sana, ibu bisa aktif tanya jawab dengan bidan dan dokter laktasi kapan pun dibutuhkan.
Jadi, kalau Ibun ingin menyusui dengan nyaman, tanpa nyeri, dan penuh rasa percaya diri, konsultasikan langsung dengan dokter laktasi Tembuni–karena perjalanan menjadi ibu selalu lebih ringan saat ada pendamping yang peduli dan berpengalaman.
Daftar Pustaka
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Masalah Menyusui pada Ibu Baru. https://www.idai.or.id
2. Universitas Indonesia. Hubungan Teknik Menyusui dengan Nyeri Payudara pada Ibu Nifas. https://lib.ui.ac.id
3. Universitas Airlangga. Efektivitas Posisi Menyusui terhadap Kelancaran ASI dan Kenyamanan Ibu. https://repository.unair.ac.id
4. Universitas Diponegoro. Peran Konseling Laktasi terhadap Keberhasilan Menyusui Eksklusif di Indonesia. https://ejournal.undip.ac.id





