Nyeri saat menyusui yang ringan pada hari-hari pertama bisa terjadi saat Ibu dan bayi masih menyesuaikan diri, tetapi nyeri yang berlanjut sepanjang menyusui atau terasa semakin berat bukan hal yang harus ditahan. Penyebab tersering adalah pelekatan yang kurang tepat, payudara bengkak, puting lecet, atau infeksi seperti mastitis. Dengan memperbaiki pelekatan dan penanganan yang sesuai, sebagian besar keluhan nyeri membaik dalam beberapa hari.
Kenapa Menyusui Terasa Nyeri
| Penyebab | Ciri yang terlihat | Langkah awal |
|---|---|---|
| Pelekatan kurang tepat | Nyeri sejak awal isapan dan berlanjut sepanjang menyusui; puting tampak pipih atau bergaris setelahnya | Perbaiki posisi dan pelekatan, minta bantuan konselor laktasi |
| Payudara bengkak (engorgement) | Payudara terasa penuh, keras, dan nyeri, terutama saat ASI belum keluar lancar | Susui lebih sering, kompres hangat sebelum menyusui, kompres dingin setelahnya |
| Puting lecet | Luka atau retakan pada puting, terasa perih saat menyusui | Perbaiki pelekatan, oleskan ASI perah pada puting, gunakan bra yang nyaman |
| Mastitis | Payudara merah, bengkak, panas, nyeri, disertai demam dan gejala seperti flu | Segera ke tenaga kesehatan; tetap lanjutkan menyusui bila diizinkan |
| Infeksi jamur | Nyeri menusuk disertai gatal pada puting, puting tampak mengkilap | Diperiksa tenaga kesehatan untuk penanganan yang sesuai |
| Bendungan ASI | Ada benjolan nyeri pada satu area payudara | Susui lebih sering dengan posisi dagu bayi mengarah ke area benjolan |
Menyusui seharusnya terasa nyaman setelah beberapa isapan pertama. Bila rasa nyeri berlanjut terus, itu tanda ada yang perlu diperbaiki.
Ciri Pelekatan yang Benar
- Mulut bayi terbuka lebar sebelum menyusu, bukan hanya menghisap puting
- Sebagian besar areola masuk ke mulut bayi, bukan hanya ujung puting
- Dagu bayi menempel pada payudara, bibir bawah membuka keluar
- Pipi bayi membulat saat menghisap, tidak cekung
- Ibu mendengar suara menelan, bukan bunyi klik atau smacking
- Setelah menyusui, puting tidak terasa nyeri dan bentuknya tidak terjepit
Bila sebagian ciri ini belum terpenuhi, kemungkinan besar pelekatan perlu diperbaiki. Ini penyebab paling umum nyeri menyusui dan paling cepat ditangani dengan pendampingan langsung.
Posisi Menyusui yang Membantu
- Cradle hold. Bayi dipeluk melintang di depan perut Ibu, kepala sejajar payudara, bukan menoleh ke samping.
- Cross-cradle. Tangan berlawanan menopang kepala bayi, sehingga Ibu lebih leluasa mengarahkan dagu bayi ke payudara.
- Football clutch. Bayi di sisi tubuh Ibu seperti menggenggam bola, cocok untuk payudara yang bengkak atau bekas operasi caesar.
- Side-lying. Menyusui sambil berbaring, membantu saat Ibu kelelahan atau nyeri setelah persalinan.
- Laid-back. Ibu bersandar setengah duduk dan bayi diletakkan di atas dada, memanfaatkan refleks alami bayi.
Solusi Praktis per Keluhan
| Keluhan | Yang bisa dilakukan di rumah |
|---|---|
| Payudara tegang sebelum menyusui | Kompres hangat selama beberapa menit, pijat lembut dari pangkal ke puting, susui lebih sering |
| Payudara nyeri setelah menyusui | Kompres dingin, istirahat cukup, minum air yang cukup |
| Puting lecet | Oleskan sedikit ASI perah pada puting lalu biarkan kering, ganti bra bila lembap, hindari sabun keras pada puting |
| Payudara bengkak keras | Susui atau pompa sesuai kebutuhan karena pengosongan optimal adalah penanganan utama |
| Benjolan nyeri | Susui dengan posisi dagu bayi mengarah ke benjolan, jangan memijat keras |
Hindari overpumping, karena pompa berlebihan membuat produksi ASI jauh melebihi kebutuhan dan memperberat bendungan. Bila Ibu bekerja, atur jadwal memerah yang realistis.
Tanda Bahaya yang Perlu Segera Ditangani
Segera hubungi dokter atau konselor laktasi bila muncul salah satu kondisi berikut:
- Demam 38 derajat Celsius atau lebih, disertai menggigil dan lemas
- Payudara merah, panas, keras, atau nyeri hebat pada satu area
- Puting berdarah atau bernanah
- Gejala menyerupai flu berat dengan nyeri sendi dan nyeri kepala
- Nyeri menetap sepanjang menyusui meski posisi sudah diperbaiki
- Bayi sulit melekat atau menolak menyusu
Mastitis yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi abses payudara yang memerlukan tindakan medis. Yang perlu Ibu ketahui, pada mastitis Ibu umumnya tetap boleh menyusui karena ASI tetap aman bagi bayi, dan pengosongan payudara justru bagian dari penanganannya.
Kapan Berkonsultasi ke Konselor Laktasi
Konsultasi laktasi dianjurkan bila nyeri tidak membaik setelah dua sampai tiga hari perbaikan posisi, muncul tanda infeksi, atau produksi ASI dirasa tidak mencukupi. Konselor laktasi akan mengamati langsung proses menyusui, menilai pelekatan, dan memberi penyesuaian yang spesifik untuk Ibu dan bayi. Penjelasan tentang produksi ASI ada di cara mengoptimalkan produksi ASI.
Di Tembuni Birth Center, Kemang, tersedia poli laktasi bersama konselor bersertifikat, sehingga Ibu yang melahirkan di sana dapat melanjutkan pendampingan menyusui setelah pulang.
Mencegah agar Tidak Berulang
- Mulai inisiasi menyusu dini segera setelah lahir bila kondisi memungkinkan
- Menyusui sesuai kebutuhan bayi, bukan berdasarkan jadwal ketat
- Hindari penggunaan dot atau empeng pada awal masa menyusui
- Perbaiki pelekatan pada setiap sesi, terutama saat payudara terasa penuh
- Gunakan bra yang nyaman dan tidak menekan
- Jaga kebersihan puting tanpa mencucinya dengan sabun keras berlebihan
- Cukupi istirahat dan asupan cairan
Masa menyusui berbarengan dengan pemulihan tubuh setelah persalinan. Karena itu, dukungan keluarga pada periode ini sangat berpengaruh, seperti diuraikan di tips pemulihan pasca persalinan normal.
Menyusui Sambil Bekerja Tanpa Nyeri
Ibu yang kembali bekerja sering mengalami keluhan nyeri karena jadwal memerah yang tidak teratur. Beberapa penyesuaian yang membantu:
- Atur jadwal memerah sesuai interval yang mendekati kebutuhan bayi, sehingga payudara tidak terlalu penuh sebelum jadwal berikutnya.
- Pastikan ukuran corong pompa sesuai, karena ukuran yang salah membuat puting nyeri meski pelekatan langsung bersama bayi sudah baik.
- Hindari memompa berlebihan hanya untuk menambah stok, karena produksi yang melampaui kebutuhan memperberat bendungan ASI.
- Gunakan bra menyusui yang nyaman dan tidak menekan, terutama saat bekerja dalam waktu panjang.
- Perah atau susui sebelum berangkat dan segera setelah pulang untuk menjaga kenyamanan payudara.
- Konsultasikan bila nyeri berulang setiap minggu, karena bisa menandakan ukuran pompa yang tidak sesuai atau infeksi yang perlu penanganan, seperti dijelaskan di cara mengoptimalkan produksi ASI.
Pada masa ini, penting juga menjaga asupan cairan dan tidur yang cukup, karena keduanya memengaruhi produksi ASI sekaligus pemulihan tubuh Ibu setelah persalinan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah nyeri saat menyusui bayi baru lahir itu normal?
Rasa tidak nyaman ringan pada hari-hari pertama bisa terjadi, tetapi nyeri tajam yang berlanjut sepanjang menyusui umumnya menandakan pelekatan yang kurang tepat atau masalah lain yang bisa diperbaiki.
Apakah boleh berhenti menyusui bila nyeri?
Umumnya tidak perlu berhenti mendadak, karena pengosongan payudara mempercepat pemulihan. Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki pelekatan dan mencari penyebab nyeri bersama tenaga kesehatan.
Apakah nyeri bisa disebabkan produksi ASI berlebih?
Bisa, terutama pada awal menyusui. Produksi yang jauh melebihi kebutuhan membuat payudara cepat bengkak dan bayi kesulitan melekat. Kadang perlu penyesuaian dalam proses memerah.
Apakah yang boleh dioleskan pada puting lecet?
ASI perah yang dioleskan setelah menyusui dan dibiarkan kering sering cukup membantu. Hindari krim yang memerlukan pembersihan sebelum menyusui kecuali dianjurkan dokter.
Kapan nyeri menyusui perlu diwaspadai sebagai mastitis?
Bila nyeri disertai payudara merah dan panas, demam, menggigil, atau lemas. Kondisi ini memerlukan penanganan lebih cepat, bukan ditunggu sampai beberapa hari.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi medis. Nyeri menyusui yang menetap atau disertai demam sebaiknya diperiksakan ke dokter atau konselor laktasi.
Mengalami kesulitan menyusui dan ingin diperiksa langsung? Hubungi tim Tembuni lewat WhatsApp atau telepon 021-22715222 untuk membuat janji ke poli laktasi di Jl. Kemang Timur VIII No. L13, Jakarta Selatan.
Referensi
- Primaya Hospital. Cara mengatasi nyeri payudara saat menyusui.
- Rumah Sakit Universitas Indonesia. Artikel kesehatan: menyusui.
- Kumparan. Kenali tanda mastitis pada ibu menyusui.





