Persalinan normal, gentle birth, pro normal adalah impian banyak ibu. Namun sebelum sampai di ruang bersalin, perjalanan kehamilan yang sehat dimulai dari langkah sederhana: rutin konsultasi ke dokter kandungan. Banyak bumil yang masih bingung, ““Kapan sih waktu yang tepat untuk periksa ke dokter kandungan?” Yuk, kita bahas bersama berdasarkan rekomendasi medis yang terpercaya!
1. Segera Setelah Tes Kehamilan Positif
Begitu test pack menunjukkan dua garis, itulah tanda pertama untuk segera bertemu dokter kandungan. Pemeriksaan awal bertujuan memastikan kehamilan berada di dalam rahim dan berkembang normal.
Kemenkes RI menyarankan kunjungan pertama dilakukan sedini mungkin, idealnya di trimester pertama, agar deteksi dini terhadap komplikasi bisa segera dilakukan. Pemeriksaan awal ini juga menjadi momen penting untuk menentukan perkiraan hari lahir dan mendapatkan panduan nutrisi sejak dini. (Rujukan: Kemenkes RI, 2022)
2. Setiap Trimester Memiliki Jadwal Kontrol yang Berbeda
WHO dan Kemenkes merekomendasikan minimal 6 kali kunjungan selama kehamilan:
Trimester 1: 1 kali
Trimester 2: 2 kali
Trimester 3: 3 kali
Namun bila ada keluhan atau faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, perdarahan, atau gerakan janin berkurang, jadwal kontrol perlu lebih sering. Rutin kontrol ke dokter bukan hanya untuk memantau kondisi janin, tapi juga kesehatan mental ibu hamil. (Rujukan: WHO & Kemenkes RI, 2021)
3. Jika Muncul Keluhan Tidak Biasa
Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya bila Ibun mengalami tanda bahaya seperti:
- Nyeri perut bawah yang berat
- Perdarahan dari jalan lahir
- Janin tidak bergerak seperti biasanya
- Sakit kepala berat atau pandangan kabur
- Bengkak di tangan, wajah, atau kaki secara tiba-tiba
Menurut penelitian Universitas Diponegoro, sebagian besar kasus komplikasi persalinan bisa dicegah jika ibu datang lebih awal ke tenaga kesehatan. Jadi, jangan tunda bila ada gejala mencurigakan, ya. (Rujukan: Jurnal Kebidanan Undip, 2021)
4. Saat Menjelang Persalinan
Memasuki usia kehamilan 36 minggu ke atas, kontrol ke dokter kandungan sebaiknya dilakukan setiap minggu. Di fase ini dokter akan memeriksa posisi janin, kesiapan serviks, dan rencana persalinan.
Konsultasi juga penting untuk menentukan posisi melahirkan yang nyaman, apakah berbaring, setengah duduk, atau posisi alami lainnya“semua bisa dibicarakan agar proses lahiran nanti lebih tenang dan minim trauma. (Rujukan: Jurnal Kebidanan Universitas Brawijaya, 2022)
5. Setelah Melahirkan: Jangan Lupa Kontrol Nifas
Banyak ibu berhenti kontrol setelah melahirkan. Padahal masa nifas juga butuh perhatian medis. Pemeriksaan 6 minggu pascapersalinan penting untuk memastikan rahim sudah pulih sempurna, luka jahitan kering, serta kondisi mental ibu dalam keadaan stabil.
Penelitian di RSUD Dr. Soetomo menunjukkan bahwa kunjungan nifas berperan besar dalam mencegah depresi postpartum dan komplikasi infeksi. (Rujukan: Jurnal Kedokteran Brawijaya, 2021)
Di Tembuni Birth Center, setiap ibu berhak merasakan proses lahiran yang nyaman, aman, dan penuh kendali diri. Dengan pendekatan pro normal dan gentle birth, Tembuni mendukung persalinan alami dengan keberhasilan 94% ibu melahirkan normal.
Untuk melahirkan di Tembuni, Ibun hanya perlu minimal kontrol satu kali dengan dokter kandungan Tembuni, agar bisa didampingi dan disiapkan sejak awal menuju pengalaman lahiran yang lembut dan berkesan.
¸ Yuk, jadwalkan konsultasi dari sekarang dan wujudkan persalinan impian bersama Tembuni!
Daftar Pustaka
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Pedoman-ANC-Terpadu-Kemenkes.pdf
2. WHO. (2021). Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549912
3. Universitas Diponegoro. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Kunjungan Antenatal pada Ibu Hamil. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkebidanan/article/view/42345
4. Universitas Brawijaya. (2022). Hubungan Frekuensi Kunjungan ANC dengan Kesiapan Persalinan Ibu Hamil. https://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/view/7658
5. RSUD Dr. Soetomo. (2021). Kunjungan Nifas dan Pencegahan Depresi Postpartum. https://repository.unair.ac.id/108623/





