Hubungi Kami 021-22715222

Kapan Ibu Perlu Segera ke Konselor Laktasi?

kapan-ibu-perlu-segera-ke-konselor-laktasi

Persalinan normal, gentle birth, pro normal bukan hanya memberi pengalaman melahirkan yang lebih alami dan penuh cinta, tetapi juga memberikan fondasi awal bagi keberhasilan menyusui. Namun setelah lahiran, banyak ibu baru yang mengalami kebingungan: ASI belum keluar, pelekatan sakit, bayi menolak menyusu, atau payudara terasa keras dan nyeri. Sayangnya, banyak ibu bertahan terlalu lama tanpa bantuan profesional karena merasa “nanti juga lancar sendiri” atau “cuma perlu lihat tutorial di media sosial”.

Padahal, proses menyusui itu sangat individual. Bentuk puting setiap ibu berbeda, kondisi mulut bayi berbeda, bahkan ritme menyusu tiap bayi pun tidak sama. Inilah sebabnya pendampingan ahli laktasi sangat penting sejak awal, agar masalah kecil tidak berkembang menjadi masalah besar.

Tanda Ibu Harus Segera Berkonsultasi ke Konselor atau Dokter Laktasi

Berikut penjelasan lengkapnya, Ibun:

1. ASI Belum Keluar atau Sangat Sedikit Setelah Melahirkan

Wajar bila kolostrum hanya sedikit di awal, namun bila lebih dari 48–72 jam ASI belum muncul dan ibu merasa bingung atau cemas, segera temui konselor laktasi.

Penanganan cepat bisa mencegah bayi mengalami dehidrasi dan membantu ibu merangsang produksi ASI lebih optimal.

2. Bayi Sulit Menempel atau Menyusu Sambil Menangis

Ini adalah masalah yang sangat umum dan menjadi salah satu penyebab gagalnya direct breastfeeding (DBF).

Masalah latching bisa terjadi karena posisi kurang tepat, bentuk puting, frenulum bayi, atau refleks menyusu yang belum stabil. Konselor laktasi akan membantu memperbaiki posisi, memeriksa anatomi bayi, dan menemukan teknik yang paling sesuai untuk ibu dan bayi.

3. Nyeri Saat Menyusui, Lecet, atau “Tertarik” Setiap Kali Bayi Mengisap

Nyeri bukan sesuatu yang harus ditahan, Ibun. Nyeri adalah tanda ada yang salah. Bila dibiarkan, ibu akan enggan menyusui dan bayi sulit mendapatkan ASI cukup. Konsultasi langsung membantu ibu mengatasi sumber masalah—bukan hanya “mengoleskan salep”.

4. Payudara Bengkak, Keras, atau Terjadi Mastitis

Bengkak yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi sumbatan, lalu infeksi (mastitis). Ini bukan hanya menyakitkan, tetapi juga bisa membuat ibu demam dan bayi tidak bisa menyusu maksimal. Penanganan dini oleh tenaga laktasi akan mengurangi risiko mastitis dan membantu ibu tetap bisa menyusui dengan nyaman.

5. Bayi Menolak Menyusu, Mengantuk Terus, atau Tidak Bertambah Berat Badan

Perilaku bayi adalah alarm alami. Bila bayi terus menolak menyusu, terlalu mengantuk saat menyusu, atau berat badannya tidak naik sesuai grafik WHO, segera konsultasi.

Bisa jadi ada masalah pada teknik menyusu, produksi ASI, atau kondisi medis tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut.

6. Ingin Bersiap Menyusui Sejak Masa Kehamilan

Ini poin yang sering dilewatkan. Banyak ibu baru sadar pentingnya edukasi setelah bayi lahir dan masalah muncul.

Padahal, belajar menyusui sejak hamil membuat ibu jauh lebih siap menghadapi hari pertama menyusui. Kelas breastfeeding memberi edukasi tentang:

· - posisi menyusui

· - tanda bayi cukup ASI

· - cara menangani bengkak dan lecet

· - teknik DBF yang benar sejak detik pertama.

Konselor laktasi bisa menilai bentuk puting, kesiapan ibu, dan memberi langkah persiapan yang tepat, hal yang tidak bisa dipelajari hanya dari Instagram atau TikTok.

Mengapa Tidak Cukup Belajar dari Media Sosial?

Karena setiap ibu berbeda.

Media sosial memberikan wawasan, tetapi tidak bisa menilai:

· - anatomi puting ibu

· - kondisi mulut dan hisapan bayi

· - pola menyusu yang sesuai

· - serta kebutuhan spesifik ibu dan bayi.

Konselor laktasi bekerja dengan pendekatan personal, memegang bayi langsung, melihat cara ibu menyusui, dan memperbaiki teknik secara nyata—bukan teori semata.

Pendampingan Laktasi Terbaik Ada di Tembuni Birth Center

Di Tembuni Birth Center, pendekatan pro normal dan gentle birth berlanjut hingga masa menyusui. Sejak 2020, sudah 3000+ ibu berhasil melahirkan normal di Tembuni, dengan angka persalinan normal mencapai 94%. Tidak hanya membantu saat lahiran, Tembuni memiliki:

· - Dokter laktasi berpengalaman

· - Poli laktasi lengkap

· - Kelas breastfeeding untuk ibu hamil dan menyusui

· - Pendampingan menyusui langsung pasca lahir

Tembuni percaya bahwa menyusui adalah perjalanan yang tidak boleh dilalui sendiri. Dengan dukungan tenaga profesional, ibu merasa lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih siap memberikan ASI terbaik untuk buah hati.

Daftar Pustaka

1. Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Nasional Menyusui dan Laktasi.

2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Standar Praktik Laktasi Indonesia.

3. WHO. (2023). Breastfeeding Counselling Guidelines.

4. Universitas Indonesia. (2021). Faktor Penyebab Kendala Menyusui pada Ibu Baru.


Artikel Terkait

air-susu-ibu-dan-perannya-dalam-pencegahan-obesitas

Air Susu Ibu dan Perannya dalam Pencegahan Obesitas

amankah-tetap-menyusui-saat-ibu-perlu-konsumsi-obat

Amankah Tetap Menyusui saat Ibu perlu Konsumsi Obat?

rawat-gabung-rooming-in-setelah-melahirkan

Rawat Gabung (Rooming-in) setelah Melahirkan

tanda-bayi-cukup-asi

Tanda Bayi Cukup ASI

Artikel Terbaru

Masa Nifas Berapa Lama? Warna Darah Normal dan Tanda Bahaya

Berenang Saat Hamil: Manfaat, Batas Aman, dan Tipsnya

Diabetes Gestasional: Gejala, Tes, dan Peluang Lahir Normal

Biaya USG 4D di Jakarta Selatan dan Kapan Waktu Terbaiknya