Hubungi Kami 021-22715222

Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Kenapa Penting Dilakukan?

inisiasi-menyusui-dini-imd-kenapa-penting-dilakukan

Persalinan normal, gentle birth, pro normal bukan hanya tentang bagaimana bayi dilahirkan, tetapi juga bagaimana momen pertama setelah lahir dijalani dengan penuh makna. Salah satu langkah penting yang sering ditanyakan ibu hamil adalah tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

Banyak Ibun bertanya, “Apakah IMD wajib?”, “Kalau ASI belum keluar bagaimana?”, “Apakah bisa dilakukan setelah operasi?”, atau “Kenapa bayi harus langsung diletakkan di dada ibu?”
Kebingungan ini sangat wajar. Tidak semua fasilitas kesehatan menjelaskan pentingnya IMD sejak masa kehamilan. Padahal, menurut rekomendasi WHO dan UNICEF, IMD yang dilakukan dalam satu jam pertama kehidupan bayi memiliki manfaat besar bagi kesehatan ibu dan bayi, bahkan dapat menurunkan risiko kematian bayi baru lahir.

IMD bukan sekadar tren, tetapi praktik berbasis bukti ilmiah yang sudah lama direkomendasikan secara global.
Yuk, kita bahas lebih dalam agar Ibun semakin yakin dan siap menjalaninya.

Apa Itu Inisiasi Menyusui Dini (IMD)?

IMD adalah proses meletakkan bayi di dada ibu segera setelah lahir (kontak kulit ke kulit), lalu membiarkan bayi secara alami mencari puting dan mulai menyusu dalam satu jam pertama kehidupannya.
Yang penting dipahami:
- Bayi tidak langsung “dipaksa” menyusu
- Bayi diberi waktu merangkak alami (breast crawl)
- Proses ini biasanya berlangsung minimal 1 jam
IMD berbeda dengan sekadar “menyusui cepat”, karena fokusnya adalah kontak kulit dan proses alami bayi menemukan payudara ibu.

Kenapa IMD Sangat Penting?

Berikut manfaat utama IMD yang sudah didukung penelitian:
1. Membantu Bayi Mendapatkan Kolostrum
Kolostrum adalah ASI pertama yang kaya antibodi. Meski jumlahnya sedikit, kandungan gizinya sangat tinggi.
Kolostrum membantu:
- Melindungi bayi dari infeksi
- Membentuk sistem kekebalan tubuh
- Menjaga kesehatan pencernaan bayi

2. Menstabilkan Suhu dan Detak Jantung Bayi
Kontak kulit ke kulit membantu:
- Menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil
- Menstabilkan pernapasan
- Mengurangi stres pada bayi
Tubuh ibu secara alami menyesuaikan suhu untuk menghangatkan bayinya.

3. Meningkatkan Produksi ASI
Saat bayi menyusu lebih awal, hormon oksitosin dan prolaktin meningkat. Hormon ini membantu:
- Memperlancar produksi ASI
- Membantu rahim berkontraksi
- Mengurangi risiko perdarahan pada ibu
IMD bukan hanya baik untuk bayi, tetapi juga mempercepat pemulihan ibu.

4. Memperkuat Bonding Ibu dan Bayi
Momen satu jam pertama kehidupan disebut sebagai “golden hour”.
- Kontak kulit ke kulit membantu:
- Memperkuat ikatan emosional
- Membuat ibu lebih percaya diri
- Mengurangi risiko baby blues

5. Menurunkan Risiko Kematian Bayi Baru Lahir
Menurut laporan WHO, bayi yang mendapatkan IMD dalam satu jam pertama memiliki risiko kematian neonatal yang lebih rendah dibanding bayi yang ditunda menyusunya.
Ini alasan mengapa IMD sangat direkomendasikan secara global.

Kenapa Tidak Semua Ibu Mendapatkan IMD?

Beberapa faktor yang membuat IMD tidak terlaksana optimal:
- Bayi langsung dipisahkan untuk observasi
- Kurangnya edukasi sejak masa kehamilan
- Tidak ada dokter atau tenaga kesehatan yang mendukung
- Prosedur fasilitas kesehatan yang terburu-buru
Padahal, selama kondisi ibu dan bayi stabil, IMD seharusnya bisa dilakukan.
Di sinilah pentingnya memilih tempat bersalin yang memiliki visi yang sama tentang pentingnya IMD.

Pentingnya Support System Lengkap Saat Melahirkan

IMD tidak berdiri sendiri. Ia membutuhkan sistem pendukung yang solid, yaitu:
- Dokter Obgyn yang mendukung proses alami
- Bidan yang membantu posisi menyusui pertama
- Dokter Anak yang memastikan kondisi bayi stabil
- Dokter Laktasi yang membantu jika ada kendala
Tanpa tim yang sejalan, momen penting ini bisa terlewat begitu saja.
Karena itu, sejak masa kehamilan, penting bagi Ibun untuk berkonsultasi dan menyampaikan keinginan melakukan IMD.

IMD Lebih Optimal dalam Pendekatan Gentle Birth

Pendekatan gentle birth yang minim intervensi biasanya memberi ruang lebih besar untuk IMD dilakukan secara optimal.
Saat proses persalinan berlangsung tenang dan terkontrol, peluang untuk melakukan kontak kulit ke kulit lebih besar.
Lingkungan yang nyaman dan tidak tergesa-gesa sangat membantu menjaga momen “golden hour” tetap utuh.

Tembuni Birth Center: Mendukung IMD Sejak Awal
Bagi Ibun yang ingin memastikan IMD bisa dilakukan dengan optimal, memilih tempat bersalin dengan dukungan lengkap menjadi sangat penting.

Di Tembuni Birth Center, pendekatan yang digunakan adalah pro normal dan gentle birth. Sejak 2020, lebih dari 3.000 ibu berhasil melahirkan normal di Tembuni, dengan angka persalinan normal mencapai 94%.

Di Tembuni tersedia:
- Poli Obgyn dengan dokter pro normal
- Bidan berpengalaman
- Poli Anak
- Poli Laktasi dengan dokter laktasi
- Ruang bersalin yang homey dan nyaman, tidak seperti rumah sakit

Dengan sistem dukungan lengkap, IMD bisa dilakukan secara optimal selama kondisi ibu dan bayi memungkinkan.
Karena persalinan bukan hanya tentang bayi lahir dengan selamat, tetapi juga tentang bagaimana awal kehidupan dimulai dengan sentuhan hangat ibu 

Yuk, Ibun. Konsultasikan sejak masa kehamilan agar rencana IMD bisa dipersiapkan dengan matang.

Daftar Pustaka
World Health Organization (WHO). Early initiation of breastfeeding to promote exclusive breastfeeding
UNICEF. Breastfeeding within the first hour of life
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Inisiasi Menyusui Dini
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Panduan praktik persalinan aman

Artikel Terkait

emangnya-posisi-bayi-penting-untuk-persalinan-normal

Emangnya Posisi Bayi Penting Untuk Persalinan Normal?

mitos-air-kelapa-dan-kehamilan

Mitos Air Kelapa dan Kehamilan

apa-hubungannya-lingkungan-homey-dengan-keberhasilan-persalinan-normal

Apa Hubungannya Lingkungan Homey dengan Keberhasilan Persalinan Normal?

kenaikan-berat-badan-ideal-untuk-persalinan-normal-dan-gentle-birth

Kenaikan Berat Badan Ideal untuk Persalinan Normal dan Gentle Birth

Artikel Terbaru

Masa Nifas Berapa Lama? Warna Darah Normal dan Tanda Bahaya

Berenang Saat Hamil: Manfaat, Batas Aman, dan Tipsnya

Diabetes Gestasional: Gejala, Tes, dan Peluang Lahir Normal

Biaya USG 4D di Jakarta Selatan dan Kapan Waktu Terbaiknya