Hubungi Kami 021-22715222

Kenapa Ibu Menyusui Perlu Konsultasi Laktasi? Ini Alasan Dan Manfaatnya

kenapa-ibu-menyusui-perlu-konsultasi-laktasi-ini-alasan-dan-manfaatnya

Persalinan normal, gentle birth, pro normal merupakan awal dari perjalanan baru seorang ibu, tetapi tantangan sebenarnya sering kali justru dimulai setelah bayi lahir, yaitu proses menyusui. Banyak ibu mengira menyusui adalah kemampuan alami yang akan berjalan lancar dengan sendirinya. Faktanya, tidak sedikit ibu yang mengalami berbagai kendala, seperti ASI terasa sedikit, bayi sulit melekat pada payudara, puting lecet, payudara bengkak, hingga berat badan bayi yang tidak kunjung naik sesuai harapan.

Ketika menghadapi masalah tersebut, sebagian ibu memilih mencari jawaban di media sosial atau mengikuti saran dari orang sekitar. Padahal, setiap ibu dan bayi memiliki kondisi yang berbeda. Penanganan yang tepat sebaiknya dilakukan melalui konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di bidang laktasi agar penyebab masalah dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing ibu.

Karena itu, konsultasi laktasi bukan hanya dilakukan ketika muncul masalah, tetapi juga menjadi bagian penting dari persiapan menyusui sejak masa kehamilan.

Apa Itu Konsultasi Laktasi?


Konsultasi laktasi adalah layanan pendampingan yang membantu ibu mempersiapkan, memulai, dan mempertahankan proses menyusui secara optimal. Dalam konsultasi ini, dokter atau konselor laktasi akan melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi ibu maupun bayi, kemudian memberikan solusi yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan.

Pendampingan ini bertujuan agar ibu dapat memberikan ASI secara nyaman, efektif, dan sesuai kebutuhan bayi.

Mengapa Konsultasi Laktasi Penting?


Menyusui bukan hanya tentang produksi ASI, tetapi juga melibatkan proses pelekatan bayi, posisi menyusui, kondisi payudara ibu, serta kesehatan bayi.

Apabila salah satu faktor tersebut mengalami kendala, proses menyusui dapat menjadi tidak optimal.

Melalui konsultasi laktasi, masalah dapat diketahui sejak dini sehingga penanganannya lebih cepat dan risiko berhenti menyusui sebelum waktunya dapat diminimalkan.

Kapan Sebaiknya Ibu Berkonsultasi dengan Dokter Laktasi?


Banyak orang menganggap konsultasi laktasi hanya diperlukan ketika ASI tidak keluar. Padahal, ada banyak kondisi lain yang juga memerlukan pendampingan, seperti:

•    Bayi sulit menyusu atau sulit melekat pada payudara.
•    Puting terasa nyeri atau lecet saat menyusui.
•    Payudara bengkak atau terasa sangat penuh.
•    Produksi ASI terasa sedikit.
•    Bayi tampak masih lapar setelah menyusu.
•    Berat badan bayi tidak naik sesuai harapan.
•    Ibu akan kembali bekerja dan ingin mulai memompa serta menyimpan ASI.
•    Ibu ingin mempersiapkan pemberian ASI sejak sebelum melahirkan.

Semakin cepat masalah dikenali, semakin besar peluang menyusui dapat berjalan dengan baik.

Apa Saja yang Diperiksa Saat Konsultasi Laktasi?


Salah satu keunggulan konsultasi langsung adalah dokter tidak hanya mendengarkan keluhan, tetapi juga melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Beberapa hal yang biasanya diperiksa meliputi:

1. Posisi dan Pelekatan Menyusui

Dokter akan mengamati secara langsung apakah posisi menyusui sudah nyaman dan apakah pelekatan mulut bayi pada payudara sudah benar. Kesalahan pelekatan menjadi salah satu penyebab paling sering terjadinya puting lecet dan ASI yang tidak keluar optimal.

2. Kondisi Payudara Ibu

Dokter juga akan mengevaluasi kondisi payudara, termasuk apabila terdapat bendungan ASI, puting datar, puting masuk ke dalam, saluran ASI tersumbat, atau tanda-tanda infeksi yang dapat mengganggu proses menyusui.

3. Kondisi Bayi

Selain memeriksa ibu, dokter akan menilai kemampuan bayi menyusu, kekuatan hisapan, frekuensi menyusu, hingga pertumbuhan berat badan bayi. Bila diperlukan, dokter juga akan mencari kemungkinan adanya kondisi tertentu yang membuat bayi sulit menyusu.

4. Produksi ASI

Banyak ibu merasa produksi ASI sedikit, padahal sebenarnya produksi sudah cukup. Dokter akan membantu menilai apakah produksi ASI memang kurang atau hanya persepsi ibu, sekaligus memberikan saran yang sesuai.

Mengapa Kelas Breastfeeding Sebaiknya Diikuti Sejak Hamil?


Persiapan menyusui idealnya dimulai sebelum bayi lahir. Dengan mengikuti kelas breastfeeding saat hamil, ibu dapat memahami dasar-dasar menyusui sehingga lebih siap ketika memasuki masa nifas.

Dalam kelas breastfeeding, biasanya ibu akan belajar mengenai:

•    Cara memulai menyusui segera setelah bayi lahir.
•    Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
•    Posisi menyusui yang nyaman.
•    Teknik pelekatan yang benar.
•    Tanda bayi mendapatkan ASI yang cukup.
•    Cara memerah dan menyimpan ASI.
•    Cara mengatasi berbagai masalah menyusui yang sering terjadi.

Bekal ini membuat ibu lebih percaya diri dan tidak mudah panik ketika menghadapi tantangan di awal masa menyusui.

Jangan Menunggu Masalah Menjadi Berat


Banyak ibu baru datang berkonsultasi setelah bayi mengalami penurunan berat badan yang cukup banyak atau ketika puting sudah terluka sehingga proses menyusui terasa sangat menyakitkan.

Padahal, sebagian besar masalah menyusui dapat dicegah apabila ibu mendapatkan edukasi sejak hamil dan melakukan konsultasi segera setelah muncul keluhan.

Semakin dini dilakukan evaluasi, semakin mudah pula solusi yang dapat diberikan.

Tembuni Birth Center Mendampingi Ibu Sejak Hamil Hingga Menyusui

Perjalanan menjadi ibu tidak berhenti setelah proses persalinan selesai. Karena itu, Tembuni Birth Center menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui.

Di Tembuni tersedia Poli Laktasi yang membantu ibu mengatasi berbagai tantangan menyusui melalui konsultasi secara langsung bersama dokter laktasi. Dokter akan mengevaluasi kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Selain layanan konsultasi, Tembuni juga rutin mengadakan Breastfeeding Class sebagai bagian dari persiapan ibu menyusui sejak masa kehamilan. Ibu juga mendapatkan dukungan dari Poli Obgyn dan Poli Anak, sehingga proses pendampingan berlangsung secara terintegrasi mulai sebelum bayi lahir hingga masa tumbuh kembangnya.

Dengan filosofi pro normal dan gentle birth, Tembuni terus mendampingi keluarga sejak awal perjalanan menjadi orang tua. Sejak tahun 2020, lebih dari 3.000 ibu berhasil melahirkan normal di Tembuni, dengan angka persalinan normal mencapai 94%. Didukung dokter spesialis kandungan yang pro normal, dokter laktasi, dokter anak, serta berbagai kelas edukasi, Tembuni membantu ibu mempersiapkan tidak hanya proses persalinan, tetapi juga keberhasilan menyusui dan perawatan bayi sejak hari pertama kehidupan.

Daftar Pustaka
World Health Organization (WHO). Infant and Young Child Feeding.
World Health Organization (WHO). Protecting, Promoting and Supporting Breastfeeding in Facilities Providing Maternity and Newborn Services.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif.
Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI). Pedoman Nutrisi pada Ibu Menyusui.

Artikel Terkait

inisiasi-menyusui-dini-imd-kenapa-penting-dilakukan

Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Kenapa Penting Dilakukan?

apa-yang-harus-dilakukan-suami-saat-mendampingi-ibu-bersalin

Apa yang Harus Dilakukan Suami saat Mendampingi Ibu Bersalin?

persalinan-caesar-meningkatkan-resiko-anak-autisme

Persalinan Caesar Meningkatkan Resiko Anak Autisme?

momen-emas-setelah-kelahiran-yang-tak-boleh-dilewatkan-golden-hours

Momen Emas Setelah Kelahiran yang Tak Boleh Dilewatkan (Golden Hours)

Artikel Terbaru

Masa Nifas Berapa Lama? Warna Darah Normal dan Tanda Bahaya

Berenang Saat Hamil: Manfaat, Batas Aman, dan Tipsnya

Diabetes Gestasional: Gejala, Tes, dan Peluang Lahir Normal

Biaya USG 4D di Jakarta Selatan dan Kapan Waktu Terbaiknya