Hubungi Kami 021-22715222

Solusio Plasenta (Plasenta Terlepas Dari Dinding Rahim)

solusio-plasenta-plasenta-terlepas-dari-dinding-rahim

DEFINISI

Solusio plasenta merupakan komplikasi yang jarang terjadi tetapi merupakan kondisi yang berbahaya. Plasenta (ari-ari atau tembuni) merupakan struktur yang melekat pada dinding dalam rahim dan berkembang selama kehamilan yang berfungsi untuk memberikan nutrisi dan oksigen ke janin. Solusio plasenta merupakan suatu kondisi di mana sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari dinding dalam rahim sebelum bayi lahir.

Solusio plasenta dapat menyebabkan bayi menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi serta menyebabkan bunda mengalami perdarahan hebat. Solusio plasenta seringkali terjadi secara tiba-tiba dan jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat maka dapat berbahaya baik bagi ibu maupun janin dalam rahim.


GEJALA

Solusio plasenta paling sering terjadi di trimester ketiga kehamilan, terutama pada beberapa minggu sebelum melahirkan. Tanda dan gejala klasik dari solusio plasenta antara lain :

  • Perdarahan dari jalan lahir

  • Nyeri perut

  • Sakit pinggang

  • Nyeri tekan rahim

  • Kontraksi rahim yang sangat sering sehingga hampir tidak ada jeda.


Nyeri perut dan sakit pinggang biasanya muncul secara tiba-tiba. Jumlah perdarahan dari jalan lahir dapat bervariasi, dan tidak selalu sebanding antara seberapa banyak bagian plasenta yang terlepas dengan jumlah darah yang keluar. Mungkin saja terjadi, sebagian besar plasenta terlepas dari dinding rahim tetapi tanpa adanya perdarahan. Hal ini terjadi akibat darah dari plasenta yang terlepas terjebak diantara dinding rahim dan bagian plasenta yang masih melekat. 


Pada beberapa kasus, solusio plasenta terjadi secara perlahan. Jika hal ini terjadi, maka gejala yang mungkin bunda alami berupa perdarahan sedikit tetapi berulang-ulang. Janin mungkin tidak akan tumbuh secepat yang diharapkan, dan cairan ketuban mungkin akan sedikit atau terjadi komplikasi lainnya.


PENYEBAB

Penyebab spesifik dari solusio plasenta seringkali tidak diketahui. Kemungkinan penyebab antara lain akibat cedera atau benturan keras pada perut, misalnya pada kecelakaan lalu lintas atau akibat terjatuh atau bisa juga terjadi akibat berkurangnya cairan ketuban secara cepat.


FAKTOR RISIKO

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta, antara lain :

  • Riwayat plasenta previa sebelumnya. Jika bunda pernah mengalami solusio plasenta sebelumnya maka bunda mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami solusio plasenta lagi.

  • Tekanan darah tinggi. Baik tekanan darah kronik atau tekanan darah tinggi karena kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta.

  • Cedera perut. Terjadinya cedera pada perut akibat terjatuh atau pukulan pada perut dapat meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta.

  • Rokok dan penggunaan narkotika. Solusio plasenta akan lebih sering terjadi pada wanita hamil yang merokok atau pengguna kokain.

  • Ketuban pecah dini. Selama kehamilan, janin berada di dalam cairan ketuban dan diselubungi oleh selaput yang disebut sebagai selaput ketuban. Risiko solusio plasenta akan meningkat jika selaput ketuban tersebut pecah.

  • Gangguan pembekuan darah. Semua kondisi yang mengganggu kemampuan pembekuan darah dapat meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta.

  • Kehamilan kembar. Jika bunda hamil kembar, setelah melahirkan bayi pertama karena rongga rahim mengecil maka dapat mencetuskan terlepasnya plasenta sebelum bayi kedua lahir.

  • Usia ibu saat hamil. Solusio plasenta lebih sering terjadi pada usia ibu yang lebih tua, terutama berusia diatas 40 tahun.


KOMPLIKASI

Solusio plasenta dapat mengancam keselamatan jiwa baik ibu maupun bayi dalam kandungan.

Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu :

  • Syok (renjatan) akibat banyak kehilangan darah

  • Gangguan pembekuan darah (disseminated intravascular coagulation)

  • Gagal ginjal atau gagal organ lainnya

  • Membutuhkan transfusi darah

Komplikasi yang dapat terjadi pada janin :

  • Menurunnya suplai oksigen dan nutrisi

  • Lahir prematur

  • Kematian janin dalam rahim

Setelah bayi lahir, masih ada kemungkinan perdarahan dari bekas melekatnya plasenta di dinding rahim. Jika perdarahan tidak bisa dikontrol, maka ada kemungkinan harus dilakukan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi).


DIAGNOSIS

Solusio plasenta, terutama solusio plasenta yang ringan seringkali sulit untuk didiagnosis. Biasanya dokter akan curiga terjadi solusio plasenta jika wanita hamil di atas 20 minggu terutama trimester ketiga mengalami perdarahan lewat jalan lahir disertai kram seperti menstruasi. Darah yang keluar biasanya lebih kecoklatan dan kram yang terjadi hampir tidak ada jeda. Apalagi jika jumlah darah yang keluar tidak sesuai dengan kondisi pasien (pasien dalam kondisi seperti kehilangan darah banyak tapi darah yang keluar dari jalan lahir hanya sedikit). 


Untuk membantu diagnosis dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan ultrasonografi. Dengan pemeriksaan ultrasonografi dapat dilihat adanya bekuan darah di antara plasenta dan dinding rahim, tetapi jika jumlah bekuan darah hanya sedikit maka akan sulit untuk terlihat dengan pemeriksaan ultrasonografi.


PENANGANAN

Tidak mungkin plasenta yang terlepas dari dinding rahim akan melekat lagi. Penanganan yang akan dilakukan tergantung dari beberapa faktor, antara lain:

  • Jika usia kehamilan sebelum 34 minggu, solusio plasenta yang terjadi ringan dan detak jantung janin normal maka masih mungkin untuk dilakukan tindakan konservatif dengan observasi ketat di rumah sakit. Jika perdarahan berhenti dan kondisi janin stabil maka bunda bisa melanjutkan istirahat di rumah. Pada kasus dengan kemungkinan besar terjadi persalinan prematur maka dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian obat pematangan paru janin.

  • Jika usia kehamilan lebih dari 34 minggu, jika solusio plasenta yang terjadi ringan maka dapat dicoba untuk melahirkan secara normal dengan observasi ketat. Tetapi jika solusio plasenta berat dimana terjadi gangguan kesehatan pada ibu dan/atau janin maka janin harus segera dilahirkan, biasanya dengan seksio sesarea. Jika bunda mengalami perdarahan yang cukup banyak maka kemungkinan membutuhkan transfusi darah.


PENCEGAHAN

Mencegah terjadinya solusio plasenta secara langsung tidak bisa dilakukan, tetapi yang bunda dapat lakukan adalah mengurangi faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya solusio plasenta. Misalnya, tidak merokok atau menggunakan kokain. Jika tekanan darah bunda tinggi, konsultasi ke dokter untuk kontrol tekanan darah. Jika bunda mengalami cedera pada perut karena kecelakaan lalu lintas, terjatuh atau cedera lainnya segera konsultasi ke dokter karena hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta dan komplikasi lainnya.


Jika bunda mempunyai riwayat solusio plasenta pada kehamilan sebelumnya dan saat ini berencana untuk hamil lagi maka bicarakan dengan dokter anda hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya solusio plasenta pada kehamilan berikutnya. Karena itu penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.


sumber foto: www.alodokter.com

Artikel Terkait

perbandingan-biaya-fasilitas-dan-kenyamanan-klinik-atau-rumah-sakit-untuk-melahirkan

Perbandingan Biaya, Fasilitas, dan Kenyamanan: Klinik atau Rumah Sakit untuk Melahirkan?

gentle-birth-untuk-ibu-hamil-anak-pertama-apa-saja-yang-perlu-dipersiapkan

Gentle Birth untuk Ibu Hamil Anak Pertama: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

tips-pemulihan-cepat-setelah-melahirkan-normal

Tips Pemulihan Cepat setelah Melahirkan Normal

mencegah-keracunan-makanan

Mencegah Keracunan Makanan

Artikel Terbaru

Masa Nifas Berapa Lama? Warna Darah Normal dan Tanda Bahaya

Berenang Saat Hamil: Manfaat, Batas Aman, dan Tipsnya

Diabetes Gestasional: Gejala, Tes, dan Peluang Lahir Normal

Biaya USG 4D di Jakarta Selatan dan Kapan Waktu Terbaiknya