Hubungi Kami 021-22715222

Tanda Bayi Cukup ASI

tanda-bayi-cukup-asi

ASI yang pertama kali keluar setelah melahirkan disebut kolostrum. Kolostrum jumlahnya sedikit dan akan meningkat terus dalam beberapa hari, bila kaidah-kaidah menyusui dikuti dengan baik.  Hari ke-1 sebanyak 5 mL, hari ke-2 sebanyak 5-15 mL, hari ke-3 sebanyak 15-30 mL, hari ke-4 sebanyak 30-45 mL dan hari ke-5 sebanyak 45-60 mL. Selanjutnya ASI transisi pada hari ke 5-14, volum ASI akan semakin bertambah dan matang pada hari ke-15.
Produksi ASI di atas dapat terjadi jika perilaku normal bayi saat lahir dapat dilakukan, yaitu kontak kulit bayi dengan kulit dada ibu. Kontak kulit dengan kulit ini dapat dilakukan pada semua jenis kelahiran termasuk persalinan dengan bantuan alat dan operasi caesar. Biarkan bayi menempel di dada ibu minimal 1 jam. Tentunya pada keadaan ibu sakit berat atau bayi tidak stabil ini tidak dapat dilaksanakan.
Langkah berikutnya adalah rawat gabung. Ibu dan bayi selalu bersama selama 24 jam sehari. Selama rawat gabung, ibu harus belajar mengenal tanda-tanda awal bayi lapar. Bayi akan bergerak, membuka mulut, menggerakan kepala dan mencari-cari. Tanda awal ini kemudian diikuti dengan memasukkan tangan ke mulut. Tanda akhir bayi lapar adalah menangis, gelisah, dan mukanya merah.
Jika bayi tidak dapat melekat setelah 6 jam pasca melahirkan, perah ASI, dan berikan dengan pipet atau sendok. Adanya rangsangan pada payudara ibu (hisapan bayi atau perahan tangan) akan meningkatkan produksi hormon oksitosin dan prolaktin. Hormon oksitosin yang tinggi pada hari ke-2 meningkatkan lamanya proses menyusui dan membuat ibu merasa tenang. Kadar prolaktin sangat penting untuk memulai proses laktasi dan juga mempertahankan lamanya laktasi.
Tanda-tanda normal bayi mendapatkan cukup ASI:
1.    Buang air kecil 1-2 x per hari dalam 12-24 jam pertama kehidupan
2.    Urin yang sangat pekat dalam beberapa hari pertama dapat terlihat endapan merah bata yang merupakan kristal asam urat (brick dust)
3.    Buang air kecil 6-8 x per hari setelah 5 hari
4.    Tinja bayi pertama (mekonium) keluar dalam 24 jam pertama
5.    Kolostrum membantu pengeluaran mekonium lebih cepat
6.    Mekonium akan menipis menjadi hijau kecoklatan / hijau kekuningan dalam 3-6 hari. Lebih dari 6 hari, tinja ASI sudah terbentuk (cair, bau asam, bergas)
Kenali juga tanda-tanda bahaya, yaitu:
1.    Urin berwarna merah bata pada popok setelah hari ke-5
2.    Buang air kecil <6 kali dalam 24 jam setelah hari ke 5
3.    Mekonium masih keluar setelah usia 5 hari
4.    Kehilangan berat badan sebesar 7% atau lebih dalam 72 jam pertama, atau berat badan belum kembali ke berat lahir pada hari ke 7-10 maka sebaiknya mendapat evaluasi yang baik.
Agar berhasil dalam memberikan ASI eksklusif disarankan:
1.    Menyusu on demand (sesuka bayi) dan membangunkan bayi dengan membuka “bedong” tiap 2 jam agar bayi terbangun dan menyusu
2.    Menyusu sesering mungkin minimal 8 – 12 x/hari
3.    Tidak memberikan minuman / makanan lain selain ASI
4.    Tidak memberikan dot / kempeng karena akan mengakibatkan “bingung puting”
5.    Mempelajari tehnik menyusui yang benar; posisi dan pelekatan bayi pada payudara agar bayi dapat mengosongkan payudara ibu dengan optimal
6.    Mengevalusi berat badan pada hari hari pertama kelahiran. Bila penurunan berat badan terlalu banyak, dan proses menyusui masih sulit, memerah ASI dan memberikannya pada bayi seringkali sangat membantu (sambil tetap berlatih menyusui)

Sumber: idai.or.id
Sumber foto: www.cdc.gov

Artikel Terkait

tanda-busui-harus-segera-membatalkan-puasa

Tanda Busui Harus Segera Membatalkan Puasa

hasil-pumping-sedikit-ini-cara-alami-meningkatkan-produksi-asi-tanpa-obat-booster

Hasil Pumping Sedikit? Ini Cara Alami Meningkatkan Produksi ASI Tanpa Obat Booster

nyeri-saat-menyusui-ini-solusinya

Nyeri Saat Menyusui? Ini Solusinya

perawatan-metode-kanguru-pmk-meningkatkan-pemberian-asi

Perawatan Metode Kanguru (PMK) Meningkatkan Pemberian ASI

Artikel Terbaru

Masa Nifas Berapa Lama? Warna Darah Normal dan Tanda Bahaya

Berenang Saat Hamil: Manfaat, Batas Aman, dan Tipsnya

Diabetes Gestasional: Gejala, Tes, dan Peluang Lahir Normal

Biaya USG 4D di Jakarta Selatan dan Kapan Waktu Terbaiknya