Ibu perlu datang ke konsultan laktasi Jakarta Selatan ketika menyusui terasa menyakitkan, ASI terasa tidak keluar cukup, bayi sulit menempel pada puting, atau berat badan bayi tidak naik sesuai grafik. Di Tembuni, konsultasi ini ditangani dokter laktasi yang sudah tersertifikasi IBCLC dan CIMI, dan bisa dijadwalkan langsung melalui Poli Laktasi.
Menyusui seharusnya menjadi momen dekat antara ibu dan bayi. Namun banyak ibu baru mengalami kendala seperti nyeri, puting lecet, atau kekhawatiran produksi ASI. Dukungan dokter dan konselor laktasi membantu masalah ini teratasi lebih cepat, sehingga perjalanan menyusui menjadi lebih nyaman.
Apa Itu Konsultan Laktasi
Konsultan laktasi adalah tenaga kesehatan yang memiliki keahlian khusus dalam membantu ibu menyusui, mulai dari persiapan sejak hamil sampai mengatasi masalah menyusui yang muncul setelah bayi lahir. Dokter laktasi dengan sertifikasi IBCLC atau CIMI telah menempuh pelatihan dan penilaian khusus sehingga bisa menilai kondisi secara menyeluruh, termasuk anatomi payudara, pelekatan bayi, dan cara menjaga produksi ASI. Semua tips seputar menyusui yang bisa Ibu baca juga tersedia di kumpulan artikel kategori menyusui.
Sesi dengan konsultan laktasi berbeda dengan sekadar membaca tips di media sosial. Setiap ibu dan bayi memiliki kondisi yang berbeda, sehingga penilaian langsung oleh ahlinya jauh lebih tepat sasaran. Inilah sebabnya bila muncul kendala, dukungan profesional sangat dianjurkan, karena menyusui yang sehat berpengaruh pada tumbuh kembang bayi secara keseluruhan.
Mengapa Dukungan Laktasi Profesional Itu Penting
ASI eksklusif selama enam bulan adalah makanan terbaik bagi bayi, tetapi perjalanan mencapainya tidak selalu mulus. Bayi dan ibu saling belajar melalui proses mencoba, dan dalam proses ini banyak hal bisa menjadi hambatan jika tidak dibantu dengan cara yang tepat. Dukungan dari tenaga yang berpengalaman terbukti meningkatkan keberhasilan menyusui secara signifikan.
Inisiasi Menyusu Dini sejak satu jam pertama setelah lahir menjadi fondasi penting. Namun dukungan tidak berhenti di situ. Ibu yang mendapat pendampingan dalam menghadapi nyeri, lecet, atau kekhawatiran produksi ASI cenderung lebih percaya diri dan lebih jarang berhenti menyusui sebelum waktunya. Di sinilah peran dokter dan konselor laktasi menjadi sangat berarti.
Kapan Ibu Perlu Datang ke Konsultan Laktasi
Berikut tanda-tanda yang sebaiknya membawa Ibu segera menjadwalkan konsultasi laktasi:
- ASI belum keluar atau sangat sedikit dalam 48 sampai 72 jam setelah melahirkan.
- Bayi sulit menempel atau melekat pada puting, menyusu sambil menangis, atau tidak berhasil menyusu langsung.
- Nyeri saat menyusui yang menusuk atau menetap, puting lecet, pecah, atau berdarah.
- Payudara bengkak, keras, atau terasa tersumbat, terlebih jika disertai tanda mastitis seperti demam dan kemerahan.
- Bayi menolak menyusu, terus mengantuk, atau berat badannya tidak naik sesuai kurva pertumbuhan.
Penanganan dini sangat penting karena masalah yang dibiarkan bisa berkembang menjadi mastitis, dehidrasi pada bayi, atau kegagalan pemberian ASI eksklusif. Untuk memahami lebih jauh kapan saat yang tepat meminta bantuan, Ibu bisa membaca panduan kapan ibu perlu segera menemui konselor laktasi.
Jika ragu, datang berkonsultasi tetap lebih baik daripada menunggu. Tidak ada salahnya meminta pemeriksaan rutin menyusui, karena sekaligus menjadi kesempatan bertanya tentang posisi, frekuensi menyusu, dan tanda bayi cukup ASI pada tahap perkembangan saat itu.
Masalah Menyusui yang Umum dan Penanganannya
Nyeri dan puting lecet adalah keluhan paling sering pada ibu baru, biasanya muncul karena posisi atau pelekatan yang kurang tepat. Dengan memperbaiki teknik pelekatan dan posisi, sebenarnya banyak nyeri yang bisa dicegah sejak awal. Pendampingan dokter laktasi sangat membantu karena penilaian dilakukan langsung pada kondisi nyata.
Payudara bengkak dan terasa penuh umum terjadi saat ASI mulai banyak keluar. Jika tidak diatasi, bisa berkembang menjadi sumbatan saluran ASI lalu mastitis, yaitu peradangan payudara yang sering disertai demam. Mastitis perlu ditangani secepatnya, dan biasanya tetap bisa menyusui dengan teknik yang benar serta pengosongan payudara yang adekuat.
Kekhawatiran produksi ASI juga sangat umum. Kenyataannya, sebagian besar ibu sebenarnya bisa memproduksi ASI cukup asalkan bayi menyusu dengan benar dan sering. Dokter laktasi membantu menilai apakah produksi ASI benar-benar kurang atau hanya persepsi, lalu menyusun strategi untuk meningkatkannya tanpa tekanan berlebih.
Apa yang Dibahas dalam Sesi Konsultasi Laktasi
Dalam satu sesi, dokter laktasi umumnya melakukan beberapa hal berikut:
- Menilai bentuk puting dan anatomi payudara Ibu.
- Mengamati langsung satu sesi menyusui untuk melihat posisi dan pelekatan bayi.
- Memeriksa kondisi mulut bayi, termasuk kemungkinan masalah frenulum atau refleks hisap.
- Memperbaiki posisi Ibu dan teknik pelekatan agar menyusui terasa nyaman.
- Menyusun strategi merangsang dan menjaga produksi ASI.
- Menangani keluhan seperti nyeri, lecet, dan bengkak, serta memberikan edukasi tanda bayi cukup ASI.
Tanda bayi cukup ASI umumnya meliputi popok basah minimal enam kali dalam sehari, frekuensi menyusu delapan sampai dua belas kali dalam 24 jam, dan kenaikkan berat badan yang sesuai. Setelah sesi, Ibu biasanya mendapat rencana tindak lanjut untuk dipantau perkembangannya.
Sesi ini bersifat dua arah dan nyaman, bukan sekadar evaluasi satu arah. Ibu bisa leluasa bertanya tentang rasa takut atau keraguan seputar menyusui, sehingga stres dan kecemasan ikut berkurang. Rencana yang dibuat tepat untuk kondisi spesifik Ibu dan bayi, bukan panduan umum yang sama untuk semua orang.
Dokter Laktasi di Tembuni
Di Tembuni, layanan Poli Laktasi melayani konsultasi persiapan menyusui untuk ibu hamil sekaligus penanganan masalah menyusui. Tim ini didampingi dokter laktasi bersertifikasi IBCLC dan CIMI, yaitu dr. Sylvia Haryeny yang hadir Senin dan Sabtu, serta dr. Ameetha Drupadi yang hadir Selasa dan Jumat, dengan jadwal yang bisa disesuaikan melalui permintaan. Ibu bisa melihat jadwal dokter untuk memastikan ketersediaannya.
Cakupan dukungan di Tembuni cukup lengkap, dari kelas menyusui untuk ibu hamil, pendampingan langsung setelah melahirkan, hingga sesi konsultasi lanjutan. Sejak 2020, lebih dari tiga ribu ibu telah melahirkan normal di Tembuni dengan pendekatan dukungan menyusui sejak dini.
Persiapan Menyusui Sejak Masa Kehamilan
Idealnya, persiapan menyusui dimulai sejak hamil, bukan menunggu masalah muncul. Ibu hamil bisa mengikuti kelas persiapan menyusui untuk mempelajari posisi, pelekatan, dan tanda keberhasilan menyusui sebelum bayi lahir. Tembuni menyediakan kelas perawatan bayi baru lahir dan menyusui yang wajib bagi orang tua baru agar siap dan percaya diri merawat bayi.
Teknik pelekatan yang benar menjadi dasar dari seluruh perjalanan menyusui. Untuk penjelasan langkah demi langkah, Ibu bisa membaca panduan lengkap pelekatan menyusui yang benar untuk ibu baru.
Dalam kelas persiapan menyusui, ibu hamil diajak mengenali tanda bayi siap menyusu, berlatih posisi yang nyaman, memahami jadwal menyusu sesuai permintaan, serta menyiapkan mental menghadapi masa menyusui. Menyiapkan diri sejak hamil membuat ibu memasuki masa nifas dengan lebih tenang dan tidak gampang menyerah ketika menghadapi tantangan kecil.
Cara Membuat Janji Poli Laktasi
Untuk membuat janji, Ibu cukup menghubungi tim Tembuni melalui WhatsApp, telepon, atau halaman kontak untuk menyesuaikan jadwal dengan dokter laktasi. Sarankan membawa buku KIA dan mencatat keluhan yang dialami agar sesi berjalan efektif.
Hubungi tim Tembuni melalui WhatsApp untuk membuat janji Poli Laktasi, atau kunjungi halaman jadwal dokter untuk melihat dokter laktasi yang tersedia. Untuk informasi lebih lanjut tentang dukungan laktasi, kunjungi halaman kontak Tembuni.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Seberapa cepat harus menemui konsultan laktasi setelah melahirkan?
Sebisa mungkin segera, terutama jika ASI belum keluar atau menyusui terasa sakit. Semakin dini masalah ditangani, semakin kecil risiko berkembang menjadi mastitis atau gagal ASI eksklusif.
Apakah konsultan laktasi hanya untuk ibu yang bermasalah?
Tidak. Banyak ibu hamil datang untuk persiapan menyusui agar lebih percaya diri. Konsultasi juga bermanfaat sebagai kontrol rutin meski tidak ada keluhan berarti.
Apakah perlu membawa bayi saat konsultasi?
Ya, disarankan membawa bayi agar dokter bisa mengamati langsung sesi menyusui dan menilai pelekatan serta refleks hisapnya.
Apakah ibu dengan puting rata atau terbalik tetap bisa menyusui?
Bisa, dengan teknik yang tepat dan pendampingan yang baik. Dokter laktasi akan menilai kondisi puting dan membantu menemukan posisi serta cara yang nyaman, sehingga bentuk puting bukan penghalang mutlak untuk menyusui langsung.
Berapa lama satu sesi konsultasi laktasi?
Durasi bervariasi tergantung kondisi, tetapi biasanya cukup untuk melakukan penilaian, memperbaiki teknik, dan memberi rencana tindak lanjut. Tim akan menyesuaikan dengan kebutuhan Ibu.
Dukungan konsultan laktasi membantu Ibu menyusui dengan lebih nyaman dan percaya diri, sejak masa kehamilan sampai bayi tumbuh besar. Jika Ibu berada di Jakarta Selatan, Poli Laktasi Tembuni siap mendampingi setiap tahap perjalanan menyusui.
Artikel ini disusun untuk edukasi. Konsultasikan kondisi menyusui Ibu dengan dokter atau tenaga kesehatan berkompeten untuk penanganan yang tepat.





